Riwayat Pentingnya Akal (Bag. IV)

Di sana juga terdapat beratus-ratus riwayat yang menyingkapi tentang pentingnya akal dan kedudukannya yang tinggi di dalam madrasah Ahlul Bait. Akal adalah cahaya Ilahi, yang dengannya manusia mampu menyingkap hakikat sesuatu. Dengan demikian, dia merupakan pemberian Ilahi, dan bukan merupakan sesuatu yang bersifat orisinil (zati) di dalam diri manusia, yang berubah bersama dirinya dari kondisi…

Riwayat Pentingnya Akal (Bag. III)

Wahai Hisyam, bagaimana mungkin amal perbuatanmu bisa berkembang di sisi Allah, sementara hatimu lalai dari perintah-Nya, dan engkau mentaati hawa nafsumu yang hendak menguasai akalmu. Wahai Hisyam, sabar dalam kesendirian merupakan tanda kekuatan akal. Barangsiapa yang mengenal Allah maka dia akan menyingkir dari ahli dunia dan orang-orang yang mengharapkannya, serta hanya mengharapkan apa-apa yang ada…

Riwayat Pentingnya Akal (Bag. II)

Allah SWT juga berfirman, ‘Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik. Dan sesungguhnya Kami tinggalkan dari padanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal.’ (QS. al-‘Ankabut: 34-35) Wahai Hisyam, sesungguhnya akal bersama ilmu. Allah SWT berfirman, ‘Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang…

Riwayat Pentingnya Akal (Bag. I)

Untuk bisa mengenal hakikat ini, maka mau tak mau –pertama-tama- kita harus membaca beberapa riwayat Ahlul Bait, supaya kita dapat memahami pentingnya akal dan kedudukannya yang begitu tinggi. Dari Abu Ja’far –Imam Muhammad al-Baqir as- yang berkata, “Ketika Allah menciptakan akal, Allah berkata kepadanya, ‘Menghadaplah’, maka akal pun menghadap. Kemudian, Allah berkata lagi kepadanya, ‘Berbaliklah’,…