Allahu Akbar

Hari itu Imam Shadiq as sedang berbicara tentang tauhid dan murid-murid beliau dengan penuh khidmat mendengar penjelasannya. Tiba-tiba seseorang dari murid beliau berkata, “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar).

Imam Shadiq as kemudian bertanya kepadanya, “Apa maksud Allah Maha Besar? Dari sudut pandang mana Allah Maha Besar?

Muridnya itu berkata, “Allah lebih besar dari segala sesuatu.”

Imam Shadiq as menjelaskan, “Dengan definisi yang engkau sebutkan itu mengenai Allahu Akbar, pada dasarnya engkau telah membatasi Allah Swt. Karena engkau telah membandingkan-Nya dengan sesuatu.”

Murid Imam Shadiq as menyerah dan bertanya, “Lalu bagaimana seharusnya saya memaknai Allahu Akbar?

Imam Shadiq as menjawab, “Makna Allahu Akbar itu Allah Maha Besar dari apa yang disifatkan kepada-Nya.” ( Bab Ma’ani al-Asma…, jilid 1, hal 117, hadis 8)

Seorang lagi dari muridnya bertanya, “Apa arti dari ayat ini “Kullu Syaiin Halikun Illa Wajhahu” (QS. Qashas: 88)?”

Sebelum menjawab pertanyaan itu, Imam Shadiq as terlebih dahulu bertanya, “Bagaimana masyarakat memaknai ayat ini?

Orang yang bertanya tadi berkata, “Masyarakat memaknainya “Segala sesuatu akan musnah kecuali wajah Allah“.”

Imam Shadiq as berkata, “Maha suci Allah dari penisbatan ini. Karena yang dimaksud dengan “Wajah Allah dalam ayat ini adalah jalan yang dipakai oleh manusia menuju Allah (agama Allah) yang dimanfaatkan oleh manusia untuk mendekatkan dirinya kepada Allah.” (Bab Jawami’ at-Tauhid, Bab an-Nawadir, jilid 1, hal 143, hadis 1)

Sumber: IRIB Indonesia / Saleh Lapadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s