Tak Ada Persahabatan Tanpa Amal

pray

Anak saya waktu itu masih kecil. Dia meminta biskuit kepada saya. Saya berkata, “Hari ini saya akan membelinya.

Ketika saya kembali ke rumah, saya lupa membelikannya. Dia datang dan bertanya, “Ayah, mana biskuitnya?

Saya berkata, “Saya lupa.

Anak saya yang baru mulai bisa bicara berkata, “Ayah jelek. Ayah jelek!

Saya menggendongnya dan berkata, “Sayangku. Aku mencintaimu!

Dia berkata, “Mana biskuitnya?

Saya tahu, anak usia tiga tahun pun tidak menerima persahabatan tanpa amal. Bagaimana mungkin kita mengatakan mencintai Allah, Rasulullah dan Ahlul Baitnya sementara kita meremehkannya ketika tiba giliran harus beramal?


Sumber: Ayatullah Mohsen Qaraati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s