BEGINILAH CARA UMAT MEMBALAS JASA MUHAMMAD

Karbala

Drama Karbala memasuki episode paling menyayat hati. Syimr mulai memotong satu persatu anggota badan Al-Husain perlahan-lahan. Setiap kali pedih luka dirasakannya, Al-Husain menjerit parau, ”Wa Muhammadah! Wa Aliyah! Wa Hasanah! Wa Ja’farah! Wa Hamzatah! Wa Aqilah! Wa Abbasah! Wa Qatilah!

Tak satu pun anggota badan Al-Husain yang lolos dari sayatan pedang manusia durjana itu. Merasa belum puas, Syimr mengacungkan pedang bersimbah darah itu ke langit, ia pindahkan pedangnya ke leher Al-Husain. Sebelah tangan Syimr menggenggam dan menindihkan pedangnya di leher, sementara tangan lainnya mencengkram wajah Al-Husain. Perlahan kepala cucu kesayangan Nabi itu bergoyang mengikuti gerak pedang yang menggoroknya dari tengkuk.

Gema tangis dan raungan wanita yang membumbung ke angkasa mengawali adegan pemisahan leher

Tubuh penuh luka itu mengelepar-gelepar tatkala pedang itu mengiris dan membuka dengan tenang permukaan kulit leher Al-Husain. Perlahan pedang memutus urat leher dan tenggorokannya.

Kepala yang sering dikecup Nabi termulia itu terpisah dari tubuhnya.

Sebagian dari mereka berlomba melucuti pakaiannya. Sebagian lain berebut perisai, panah dan busurnya. mengambil sorbannya. Ada yang melepas paksa sepasang sepatunya. Seorang serdadu bernama Jadal meraih tangan Al-Husain dan berusaha melepas cincinya. Karena karena kesulitan, Jadal memotong jarinya.

Umar bin Sa’d menyuruh duaHusain. tentaranya menginjak-injak tubuh Al-

“Pesta iblis” pun di persembahkan demi meyempurnakan kejahatan Yazid dan anak buahnya. Tubuh pemimpin para pemuda surga itu terkoyak-koyak, terlempar dan terbanting di antara sepuluh kuda.

Di seberang, takbir bergaung dan jerit tangis wanita bergema tatkala melihat kuda jantan berwarna putih itu datang ke arah kemah tanpa penunggang, pertanda kekasih hati telah meninggalkan mereka.

Zainab dan para wanita Ahlul-Bait berhamburan memeluk kuda penuh luka itu seraya berteriak parau, “Wa Husainah, Wa Qatilah, Wa Akhah!

Al-Husain terbang dengan seulas senyum dalam iringan malaikat menembus lelangit mencapai puncak keabadian.

Tanah dalam bejana di bilik Ummu Salamah seketika mencair merah. Merpati-merpati di halaman masjid Madinah dan halaman Ka’bah serentak terbang. Langit bergemuruh. Awan gulita bergulung di angkasa. Halilintar murka Tuhan menggelegar di altar buana. Bunga-bunga tulip berguguran. Para pujangga tergagap. Dunia tersentak!!!!

Karbala pada 10 Muharram 61 Hijriyah di ambang petang bergerai riuh. Umat Muhammad telah membalas jasa Muhammad dengan membunuh “Muhammad”.

Inna lillah wa inna ilaihi raji’un.

Selamat tinggal …yatim-yatim Muhammad
Jasad-jasad berserakan
kesetiaan dan pengkhiantan
Selamat tinggal… 
jari terputus
kerudung terkoyak
telinga berdarah
kaki melepuh
mata meleleh 
ratu-ratu yang dirantai
digiring laksana kawanan domba!!

Umat Muhammad telah berpesta
bersorak sorai
telah berjaya
berjingkrak-jingkrak
Al-Husain telah dicincang
diinjak ratusan kaki kuda
Lehernya telah dipisahkan
Jubahnya telah dilucuti
dan putri-putri Muhammad akan dilelang!!!
Umat Muhammad telah membunuh Muhammad!!!!!

Meringislah…
Tuan-tuan tanah di Mekah
Para cukong di Syam
Para pemuja setan
Tertawalah
Sebelum
Mengemis iba
di kaki Yatim-yatim Muhammad


Sumber: Ust. Muhsin Labib 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s