Kaf Haa Yaa ‘Ain Shad

21463396_1422789207835557_8697755140856109670_n

Sa’d bin Abdullah al-Qummi berkata kepada Imam Zaman afs: “Wahai putera Rasulullah, tolong jelaskan kepadaku tentang takwil ayat كهيعص (kaf haa yaa ‘ain shad)!”

Imam berkata: “Huruf-huruf ini termasuk berita-berita gaib. Allah memberitahukan hamba-Nya Zakaria as tentangnya dan mengisahkannya kepada Muhammad saww. Dan itu karena Zakaria as memohon kepada Tuhannya untuk memberitahukannya nama-nama lima manusia utama. Maka Allah menurunkan Jibril kepada Zakaria as dan mengajarkannya tentang hal tersebut. Hingga apabila Zakaria mengingat Muhammad, Ali, Fathimah dan Hasan (salam atas mereka semua) hatinya menjadi tenang dan hilang duka citanya. Namun apabila ia mengingat Husein as airmatanya tumpah dan kesedihan melanda jiwanya.

Suatu hari Zakaria as bermunajat kepada Allah: “Tuhanku! ada apa gerangan dengan diriku? setiap kali aku mengingat empat orang dari mereka (Muhammad, Ali, Fathimah dan Hasan) dukacita menjadi sirna berkat nama-nama mereka. Namun apabila aku mengingat Husein as airmataku tumpah dan aku dilanda kesedihan luar biasa?”

Maka Allah Swt memberitahukan Zakaria as tentang kisah Husein as, dan berfirman:
كهيعص Kaf adalah nama Karbala; Ha adalah هلاك العترة (bencana yang menimpa Ahlulbait); Ya adalah yazid laknatullah, yang berlaku zalim terhadap Husein as; ‘Ain adalah dahaganya Husein; dan Shad adalah sabarnya Husein.

Ketika Zakaria as mendengar itu semua, ia tidak pernah meninggalkan mihrabnya selama 3 hari, melarang siapapun untuk menemuinya, dan ia tiada hentinya menangis dan meratap. Diantara ungkapan-ungkapan kesedihannya ia berkata:
إلهي ، أتُفجّع خير خلقك بولده ؟ أتنزل بلوى هذه الرزية بفنائه ؟ أتلبس عليّا وفاطمة عليهما السلام ثياب هذه المصيبة ؟ إلهي ، أتَحلُّ كربة هذه الفجيعة بساحتهما ؟

“Tuhanku! apakah Engkau membuat duka nestapa makhluk terbaik-Mu melalui puteranya? apakah Engkau menurunkan bencana duka nestapa ini di halaman rumahnya? apakah Engkau memakaikan Ali dan Fathimah busana musibah ini?
Tuhanku! (pantaskah) duka nestapa ini menimpa mereka berdua?”

Kemudian Zakaria as berkata:

“Tuhanku, anugerahilah aku seorang putera yang menyejukkan hatiku ketika aku berusia lanjut. Jadikanlah ia pewaris dan washiku, dan jadikanlah kedudukannya di sisiku sebagaimana kedudukan Husein as. Apabila engkau menganugerahinya untukku maka jadikanlah aku terpikat dengan cintanya dan timpakanlah duka nestapa kepadaku melaluinya sebagaimana Engkau menimpakan duka nestapa kepada Muhammad saww Kekasih-Mu melalui puteranya (Husein as)”.

Lalu Allah menganugerahi seorang putera kepadanya bernama Yahya dan menimpakan duka nestapa kepadanya melalui puteranya ini.

Yahya as berada dalam kandungan ibunya hanya 6 bulan sebagaimana Husein 6 bulan berada dalam kandungan ibunya.

Referensi:
1. Kamal al-Din wa Tamam al-Ni’mah 2/460
2. Nur al-Tsaqalain 3/319
3. Manaqib Ibn Syahr Asyub 4/4
4. Tafsir al-Burhan 3/3
5. Tafsir al-Shafi 3/272
6. Ta’wilul Aayaat 1/299
7. Al-Ihtijaj 2/268
8. Dalailul Imamah 274
9. Biharul Anwar 52/78
10. Nafsul Mahmum 48
11. Al-Mawsu’ah al-Kubra ‘an Fathimah al-Zahra as 6/295-296


Sumber: Hb. Ali Yahya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s