Dunia adalah Tempat Persinggahan

maxresdefault (2)

Imam Ali berkata, “Dunia adalah tempat persinggahan bukan tempat tinggal selamanya. Ada dua kelompok manusia di dunia ini. Salah satunya datang, menjual, dan memperbudak diri mereka kemudian pergi. Yang lainnya datang, membeli kebebasan mereka lalu pergi“.

Dua sikap ini bisa juga diterapkan pada kekayaan, entah sebagai budak kekayaan ataukah bebas dari kekayaan. Seseorang seharusnya mengatakan begini ketika ia tidak mau jadi budak kekayaan, “Aku manusia. mengapa aku menjadikan diriku budak dari benda-benda tak bernyawa seperti emas, perak, tanah, dan benda-benda lain?

Namun, nyatanya adalah bahwa saat seseorang menyangka dirinya sebagai budak kekayaan, orang itu sebenarnya budak dari watak mentalnya, budak kekayaan, dan watak hewaninya. Karena benda-benda tak bernyawa seperti itu tidak punya kuasa untuk memperbudak orang tersebut.

Tatkala seseorang merenungi dalam-dalam masalah ini, niscaya ia menemukan bahwa sumber perbudakan terletak pada karakteristiknya sendiri yang menyimpang semacam keserakahan, hawa nafsu, kemarahan, dan hasrat-hasrat jasmani lainnya.

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.” QS. Al-Furqaan [25]: 43

Advertisements

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s