Jangan Engkau Lupakan Aku Dalam Shalat-Shalat Malammu

zinab_pbuh_by_ostadreza-d7igiqu

Kalau Sayidah Fathimah al-Zahra as digelari al-Shiddiqah al-Kubra’ (Shiddiqah terbesar) maka puterinya Sayidah Zainab as digelari al-Shiddiqah al-Shughra (Shiddiqah kecil).

Sayidah Zainab as merupakan sosok wanita Bani Hasyim yang sangat cerdas hingga digelari ‘Aqilah Bani Hasyim. Dan tentang kecerdasan dan keilmuannya, Imam Sajjad as yang menjadi keponakannya berkata kepadanya, “Segala puji bagi Allah! engkau wahai bibiku adalah seorang wanita yang berilmu tanpa diajarkan dan seorang wanita yang memiliki pemahaman yang baik tanpa perlu diberi pemahaman.”

Imam Ali as, ayahnya, sangat menghormati dan menjaga kemuliaan puterinya ini hingga Imam Hasan as bertanya kepada ayahnya tentang sebab ayahnya memadamkan cahaya lampu ketika menziarahi makam Rasulullah saww. Imam Ali menjawab:

Aku kuatir ada orang yang memandang sosok saudarimu al-Hawra’ (Zainab)”.

Sayidah Zainab as digelari sebagai wanita ahli ibadah Keluarga Ali. Sayidah Zainab banyak berpuasa, banyak berzikir dan tidak pernah meninggalkan shalat-shalat malamnya walaupun harus melewati hari-hari yang sangat berat di Karbala dan menjadi tawanan pasukan Yazid.

Di Karbala ketika kakaknya, Imam Husein as, pamit dari Zainab as dan mengucapkan selamat tinggal kepadanya untuk menghadapi pasukan Yazid dan menyongsong syahadahnya, Imam Husein berkata kepada Zainab:

Duhai adikku, jangan engkau lupakan aku dalam shalat-shalat malammu!

Sayidah Zainab as menjadi wanita dari Keluarga Nabi saww yang paling banyak dan berat menanggung musibah hingga digelari Ummul Mashaib. Betapa tidak! Zainab as telah kehilangan datuknya Rasulullah saww, ibunya Sayidah Fathimah al-Zahra as, ayahnya Imam Ali as, kedua kakaknya yaitu Imam Hasan dan Imam Husein, anak-anaknya yang syahid di Karbala, dan Keluarga Nabi saww lainnya. Namun Zainab as selalu menunjukkan kesabarannya yang luar biasa. Bahkan menanggapi segala musibah itu ia berkata yang menunjukkan kualitas kesabaran dan keimanannya yang luar biasa:

Aku tidak melihat (segalanya itu) kecuali keindahan“.

Di hadapan Yazid, di istananya, Zainab as dengan mantap dan lantang berkata:

Jalankanlah rencana-rencana jahatmu sekuat kemampuanmu dan tunjukkan permusuhanmu dengan keras terhadap kami, namun demi Allah! engkau tidak akan bisa menghapus keutamaan-keutamaan kami dari sejarah“.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s