Hak Lisan [Bag. II]

public-speaking1-1024x768

Pada pembahasan sebelumnya kita telah membahas bersama tentang hak dan kewajiban lisan manusia. Pada kesempatan kali ini, kita berusaha mengetahui lebih jauh tentang hak dan kewajiban yang harus ditunaikan oleh manusia terhadap anggota badannya.

Seorang ilmuwan, sastrawan sekaligus pemikir dari Mesir, Sayid Qutb menulis, “Sungguh! Kemampuan berbicara adalah kekuatan yang menakjubkan. Kekuatan kalam atau perkataan lebih besar dibanding kekuatan yang lain. Ketika kita bertutur kata dengan indah, seakan pintupintu langit terbuka lebar dan seluruh realita tampak dengan jelas. Kekuatan perkataan akan mengoyak tirai yang tersembunyi dan menghalau segala rintangan. Rahasia kekuatan kalam tidak hanya terletak pada keindahan kata atau ungkapan yang berirama, tapi tersimpan dalam kekuatan iman yang mengarahkan dan membentuk kata-kata itu. Kemampuan berbicara bahkan menghidupkan kata-kata dan kalimat. Tulisan merupakan bentuk lain dari kalam yang akan membangunkan orang-orang yang terlelap dan menggerakkan manusia yang tak bernyawa. Oleh karena itu rahasia kalam dan kemampuannya ada pada wawasan dan pemikiran manusia.

Dapat kita katakan bahwa lisan dan ucapan memiliki pengaruh luas. Lidah berbicara tentang kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kebatilan, dan lain-lain. Namun jika lidah tidak terkendali dan manajemen kehidupan manusia diserahkan secara bulat kepada organ ini, maka masa depan manusia akan terancam.

Imam Ali as berkata, “Lidah bagi pemiliknya ibarat kuda liar. Orang yang bertakwa akan memperoleh manfaat dari ketakwaan ketika mampu menjaga lisannya.” Kitab suci al-Quran dalam surat Qaaf juga berbicara tentang keberadaan para pengawas bagi manusia yang merekam setiap ucapan manusia untuk menjadi saksi di hari kebangkitan.

Cara terbaik mencegah penyakit-penyakit lisan adalah berpikir sebelum berbicara dan mengeluarkan kata-kata. Imam Ali as berkata, “Lisan seorang ilmuan terletak di balik hatinya dan hati seorang dungu ada di balik lisannya.” Dalam ungkapan ini, Imam Ali as mengingatkan kita bahwa manusia berakal tidak akan angkat bicara tanpa berpikir dan bermusyawarah. Namun orang bodoh akan mengeluarkan setiap ucapan tanpa berpikir dan menimbang.

Menyangkut hal ini, para nabi dan utusan Allah memperingatkan umat manusia bahwa lisan adalah sumber dari sebagian besar kesalahan dan dosa. Berbohong, mengupat, mencela, menghina, dan menghitung kekurangan orang lain merupakan bentuk kesalahan yang bersumber dari lisan.

Setiap sifat jelek tersebut dengan sendirinya akan memperluas kebiasaan buruk di tengah masyarakat. Padahal salah satu tanda orang mukmin adalah tidak menyakiti orang lain baik dengan tangan atau lisan. Imam Sajjad as mengingatkan kita untuk bertutur kata dengan baik. Berbicara tentang hak-hak lisan manusia, Imam Sajjad as berkata, “Jangan biarkan sebuah ucapan keluar dari lisanmu yang hanya akan merugikan dan akal menjadi petunjuk atas untung dan ruginya ucapan tadi. Sebab, hiasan orang berakal adalah tutur katanya yang baik.

Kendati lidah memiliki kemampuan, pengaruh, dan multi fungsi yang luas, namun menurut para pakar, kita dapat mencegah penyakit-penyakit lisan. Orang yang berakal adalah individu yang senantiasa berusaha menjauhkan diri dari penyakit dan dosa yang lahir dari lisan. Berbicaralah dengan penuh pertimbangan, dan jika tidak mampu, maka diam merupakan jalan terbaik untuk lari dari kesalahan dan menjaga kepribadian kita.

Ketika Imam Sajjad as ditanya, “Mana yang lebih utama, berbicara ataukah diam?

Imam as menjawab, “Tanpa ragu keduanya memiliki nilai negatif masing-masing dan selama keduanya bisa menghindari penyakit lisan, maka berbicara itu lebih baik.

Lalu Imam Sajjad as ditanya lagi, “Mengapa berbicara lebih baik?

Beliau menjawab, “Allah Swt tidak mengutus para rasul dan wasinya untuk diam, tapi memerintahkan mereka untuk berbicara. Surga tidak akan pernah diperoleh dengan diam, begitu juga dengan neraka. Semua itu diperoleh dengan ucapan dan perkataan.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s