Rasulullah Saw dan Orang Kikir

Miser-copy_Snapseed-copy

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barang siapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.” QS. an-Nisa [4]: 36-38


Rasulullah Saw melihat seorang lelaki merapat ke dinding Ka’bah sambil menjerit, “Ya Allah, ampunilah aku, meski aku tahu Engkau tahu Engkau tidak akan mengampuniku!”

Rasulullah bertanya, “Hai lelaki, dosa apakah yang telah kamu perbuat sehingga kamu berputus asa dari rahmat Allah?”

“Dosaku sangat besar,” jawabnya.

“Manakah yang lebih besar, dosamu atau Arasy-Nya?” tanya beliau.

“Dosaku,” jawabnya.

“Manakah yang lebih besar, dosamu atau atau rahmat Allah?” tanya beliau lagi.

“Rahmat Allah,” jawabnya.

“Lalu apa dosamu?”

“Aku adalah orang kikir, jika orang miskin mendatangiku, seolah terasa olehku ia membawa api menjilat-jilat ke arahku,” jawabnya.

Rasulullah bersabda, “Menjauhilah dariku. Aku takut terbakar oleh apimu! Demi yang telah mengutusku, untuk menyampaikan risalah-Nya, seandainya kamu beribadah sampai badanmu kering kerontang dan mati dengan membawa dan mempertahankan sifat keji ini, kamu akan masuk neraka.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s