Hak Ibu

children05

Hubungan emosi terkuat yang ada pada diri manusia adalah hubungan antara anak dan kedua orang tuanya. Afeksi ini lebih kuat pada orang tua terlebih ibu. Secara alamiah, ibu menyayangi anaknya tanpa pamrih. Ayah dan ibu hanya berharap keselamatan dan kesehatan anak mereka. Keduanya sangat menikmati segara jerih payah yang harus dilakukan dalam merawat anak. Mereka terus memantau dan mengawasi perkembangan anak dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang. Keistimewaan ini menambah kesucian hubungan antara mereka.

Kehidupan manusia tidak pernah bisa dilepaskan dari pengorbanan kedua insan mulia yang disebut ayah dan ibu. Karena itu, agama memandang pengabdian kepada orang tua sebagai pengabdian terbesar yang bisa dilakukan seseorang kepada orang lain. Jasa orang tua sedemikian besarnya sehingga pengabdian dan kebaikan apapun yang dilakukan anak kepada ayah dan ibunya tetap tidak bisa membalas semua jasa itu. Nilai-nilai agama punya peran besar dalam menghidupkan emosi dan perasaan insani di tengah masyarakat. Nilai yang agung ini semakin suci ketika menyentuh masalah hubungan dengan ayah dan ibu. Memandang wajah ayah dan ibu dengan rasa cinta dan kasih sayang juga tergolong sebagai ibadah. Islam menekankan kepada anak untuk berbakti kepada ayah dan ibu serta selalu menghormati mereka.

Salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw dengan mengatakan, “Ya Rasulullah! Ayah dan ibuku sudah uzur dan sangat memerlukan bantuan dalam melakukan urusan pribadinya. Aku mendampingi mereka dan membantu serta memperlakukan mereka dengan lemah lembut seperti mereka memperlakukanku di masa aku kecil. Aku menyuapkan makan ke mulut mereka dan memenuhi apa saja yang mereka perlukan. Apakah dengan begitu aku sudah melaksanakan apa yang menjadi hak mereka?

Rasul Saw menjawab, “Tidak. Sebab mereka telah menanggung segala derita dan kesusahan ketika merawat dan membesarkanmu, tanpa pamrih. Mereka berharap engkau sehat dan panjang umur. Engkau telah memperlakukan mereka dengan baik namun yang engkau nantikan adalah ajal yang menjemput mereka. Karena itu, engkau tidak akan pernah bisa melaksanakan apa yang menjadi hak mereka.”

Dalam pandangan Imam Sajjad as ayah dan ibu mempunyai hak yang sangat besar terhadap anak mereka. Dalam menjelaskan hak itu Imam mengusik pikiran orang untuk mengingat pengorbanan besar dari ayah dan ibu dalam merawat dan membesarkan anak. Imam memberikan gambaran sedemikian rupa dari jerih payah dan kesabaran ibu dalam merawat anaknya. Penjelasan Imam Sajjad as menggugah setiap kalbu dan mendorongnya untuk berbakti kepada ayah dan ibu.

Mengenai peghormatan kepada ibu, Imam Sajjad as berkata, “Hak ibu atas dirimu adalah bahwa engkau harus menyadari bahwa ibulah yang menjagamu di suatu tempat yang tidak mungkin ada orang lain yang bisa melakukan itu untukmu. Dia memberimu makan dari jiwanya dan menjagamu sepenuh jiwa, dengan telinga, mata, tangan, rambut bahkan kulitnya. Dia rela merasakan semua kesusahan demi supaya anaknya gembira dan senang. Dia rela menahan lapar untuk membuat anaknya kenyang. Dia rela berjemur di bawah sengatan matahari supaya anaknya berada di tempat yang teduh. Dia rela terjaga supaya anaknya bisa tidur dengan nyenyak.

Selanjutnya Imam Sajjad as berkata, “Perut ibu adalah wadah bagi wujudmu dan pangkuannya adalah tempat berlindung yang aman buatmu. Dia rela merasakan panas dan dingin demi dirimu. Karena itu, hendaknya engkau berterima kasih kepadanya atas segala curahan kasih sayang yang dia berikan kepadamu. Dan engkau tidak mungkin bisa berterima kasih kepadanya kecuali jika Allah membantumu.

Dengan kedatangan Islam dan turunnya ayat-ayat al-Quran bakti kepada orang tua menjadi satu prinsip yang dipandang sakral. Al-Quran melarang anak mengatakan sesuatu yang bisa menyakiti hati orang tuanya. Dalam surat al-Isra ayat 23-24 Allah Swt berfirman, “Dan Rab (Tuhan) mu telah memerintahkan supaya kamu jangan mempertuhankan selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapak kamu. Jika salah seorang antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan hamparkanlah sayap kerendahan dirimu terhadap mereka berdua dengan kasih sayang dan ucapkanlah: “Rabbi (wahai Tuhanku)! Kasihanilah mereka berdua, sebagaimana mereka telah memeliharaku di waktu kecil”.

Penekanan akan penghormatan kepada orang tua dalam Islam bukan hanya disebabkan oleh faktor keharusan berbalas budi kepada pendidik dan orang yang merawat kita, tetapi juga membawa pesan penting lainnya, yaitu keharusan untuk memperkokoh bangunan keluarga. Kekokohan sebuah masyarakat sangat bergantung pada kekokohan semua elemen yang membentuknya, yang salah satunya adalah keluarga. Islam sangat mementingkan kasih sayang dalam berhubungan khususnya dalam hubungan anak dengan orang tua, supaya afeksi yang baik ini terus tumbuh berkembang dan kokoh dalam kehidupan.

Rasa hormat dan kasih sayang di tengah anggota keluarga akan menciptakan suasana yang ceria dan kehangatan yang menambah keharmonisan hidup. Ketika ayah dan ibu ditempatkan di posisi yang benar dan mendapat penghargaan yang semestinya, maka keluarga itu akan menjadi keluarga yang harmonis.


Sumber: Risalah Huquq Imam as-Sajjad as

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s