Bela Sungkawa Kepada Al-Mahdi afs

imam_zaman_pbuh_by_ostadreza-d55pwnb

Di dalam hatiku ada sedunia ungkapan
Yang ingin kusampaikan kepadamu, wahai Imam
Katakan padaku dimana engkau berada
Kan kucium tanah bekas pijakanmu
Katakan padaku dimana engkau berada
Kan kucium tanah bekas pijakanmu

Wahai Imam, hatiku sedih
Bagaikan langit di musim gugur
Katakan padaku dimana engkau berada
Kan kucium tanah bekas pijakanmu

Kutahu bahwa cintaku padamu
Mulai bersemi kembali
Aku telah bernazar
Pabila kulihat dirimu
Pada pandangan pertama
Kan kuserahkan jiwaku padamu
Pada pandangan pertama
Kan kuserahkan jiwaku padamu

Wahai bunga al-Zahra

Alangkah indahnya pabila rumah hatiku
Selalu mejadi tempat singgahmu
Tulislah dalam lembaran hatiku
Orang yang tergila gila padamu

Apa yang terjadi pabila
Satu kali saja di setiap malam
Kau melintas di gang hatiku
Apa yang terjadi pabila
Satu kali saja di setiap malam
Kau melintas di gang hatiku
Sehingga dapat ku lihat paras elokmu
Atau kudengar suaramu

Wahai Imam, di pertengahan malam
di pertengahan malam
doakanlah kami dalam shalat malammu

Salam sejahtera atasmu [wahai Imam Mahdi as]
Tatkala engkau shalat dan qunut
Di setiap malam syahadah az-Zahra
Qunutnya Imam Zaman as penuh dengan tangisan
Setiap kali berqunut beliau selalu berkata: “Wa Ummaah Fatimah az-Zahra…  [duhai ibuku Fatimah az-Zahra]

Salam sejahtera atasmu tatkala engkau rukuk dan bersujud
Salam sejahtera atasmu tatkala engkau bertahlil dan bertakbir
Salam sejahtera atasmu tatkala engkau bertahmid dan beristighfar
Salam sejahtera atasmu tatkala engkau berada dipagi dan sore hari

Wahai Imam, di pertengahan malam
Doakanlah kami dalam shalat malammu
Supaya waktu pagi dapat menyampaikan padaku suara dan rintihan doamu
Kan kupersembahkan diriku padamu
Karena diri ini telah tertawan oleh cintamu
Biarlah kurasakan semua sakit dan penderitaanmu

Wahai Imam, jangan sampai kulihat dirimu menangis
Jangan sampai kulihat dirimu dalam keadaan berduka
Kan kukitari dirimu
Karena kini diri ini telah tertawan oleh sakitku
Kemarilah wahai Yusuf-nya az-Zahra
Kan kucium syal dukamu

Dikatakan bahwa air matamu berdarah
Karena penderitaan yang menimpa az-Zahra
Ya Ilahi! Biarlah aku mati
Supaya tak kulihat air matamu [wahai Imam] yang berdarah

Biarlah kuserahkan jiwaku demi kedua matamu, wahai Imam
Biarlah kuserahkan jiwaku demi tahi lalat yang ada di bibirmu…
Biarlah aku mati sebagai tebusanmu

Semoga Allah swt berkenan memberikan kepada kita syafa’at Sayyidah Fatimah, ayah, suami, beserta para Imam suci dari keturunan beliau as

Amin ya Robbal alamin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s