Apa Itu Kafir

923

Dalam Al-Kafi diriwayatkan melalui sebuah riwayat dari Hasyim bin Al-Barid (Shahib Al-Barid) yang berkata,

Aku pernah berkumpul bersama Abu Muhammad bin Maslam dan Abu Al-Khathathab. Lalu Abu Al-Khathathab berkata kepada kami,

‘Bagaimana pendapat kalian tentang orang yang tidak mengetahui perkara ini (imamah)?’

Maka aku menjawab, Barang siapa yang tidak mengetahui perkara tersebut, dia adalah kafir.’

Kemudian Abu Al-Khathathab berkata lagi, Orang tersebut tidak kafir, sampai ada bukti atau hujah telah sempurna baginya. Kalau semua bukti atau hujah telah sempurna dipaparkan kepadanya, tapi dia tetap mengingkarinya, maka dia kafir.’

Lalu Muhammad bin Maslam menyambung dialog tersebut, Subhanallah, apakah orang yang tidak tahu dan tidak menentang itu dikafirkan? Kalau dia tidak menentang, dia tidak kafir.’

Maka pada suatu musim Haji, aku menemui Abu Abdillah (Imam Ja’far ash-Shadiq as), dan kuceritakan peristiwa tersebut kepadanya.

Lalu Abu Abdillah berkata, Engkau datang, tetapi dua orang temanmu yang lain tidak ada. Datanglah pada malam pelemparan jumrah al-Wustha di Mina.’

Ketika tiba malam yang dijanjikan, kami bertemu disertai Abu Al-Khathathab dan Muhammad bin Maslam. Imam Shadiq mengambil bantal dan meletakannya di dada, kemudian berkata,

Apakah para pembantu, wanita, dan anggota keluarga kalian bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah?’

Aku menjawab, Ya, betul

Imam Shadiq bertanya lagi, ‘Bukankah mereka bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah?

Aku menjawab, ‘Ya, betul’.

Seterusnya beliau bertanya pula, ‘Apakah mereka mengetahui apa yang kalian ketahui (imamah)?’

Aku menjawab, ‘Tidak’.

Imam Shadiq bertanya pula, ‘Bagaimanakah mereka menurut pendapat kalian?’.

Aku berkata, ‘Barang siapa tidak mengetahui imam mereka, mereka adalah kafir’.

Imam Shadiq berkata, ‘Tahukah kalian, orang-orang di jalanan dan di pasar?’.

Aku berkata, ‘Ya, aku tahu’.

Imam Shadiq berkata, ‘Apakah mereka shalat, puasa, dan haji? Dan apakah mereka bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah?’.

Aku berkata, ‘Ya, betul’.

Imam Shadiq berkata, ‘Apakah mereka juga tahu tentang imamah?’.

Aku berkata, ‘Tidak’.

Imam Shadiq berkata, ‘Subhanallah, apakah kalian melihat Ka’bah dan orang-orang Yaman yang bertawaf dan bergelantungan pada kiswah Ka’bah?’.

Aku berkata, ‘Ya’.

Imam Shadiq berkata, ‘Apakah mereka juga bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah? Dan apakah mereka juga shalat, puasa, dan haji?’.

Aku berkata, ‘Ya’.

Imam Shadiq berkata, ‘Apakah mereka mengetahui tentang imamah?’.

Aku berkata, ‘Tidak’.

Imam Shadiq berkata, ‘Bagaimanakah mereka menurut pendapat kalian?’.

Aku berkata, ‘Barang siapa tidak mengetahuinya, maka dia kafir’.

Imam Shadiq berkata, ‘Subhanallah, ini adalah perkataan orang Khawarij’.

Kemudian beliau melanjutkan perkataannya, ‘Maukah kalian aku beri tahu?’.

“Aku menjawab, ‘Tidak’.

“Imam Shadiq berkata, ‘Adalah jelek sekiranya kalian mengatakan sesuatu yang kalian belum dengar dari kami’.

Aku berkata, ‘Aku mengira bahwa Imam Shadiq hendak menggiring kami pada pendapat Muhammad bin Maslam’.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s