Mengapa Sombong?

2

Aku tidak mengerti apa yang dapat disombongkan oleh manusia? Jika mereka sombong karena kecantikan dan ketampanannya, maka ketika usia tua akan terlihat keriput di wajahnya. Jika sombong karena baju dunianya, yang ketika memakai berbagai baju berwarna-warni dan mahal hatinya menjadi sombong, maka ketahulah, sesungguhnya sebaik-baik baju adalah yang terbuat dari sutra. Sedangkan sutra terbuat dari air liur ulat sutra. Dan ketika mencapai kesempurnaanya, ulat sutra berubah menjadi seekor kupu-kupu dan meninggalkan sutra yang dihasilkannya. Oleh sebab itu, tidak ada jalan untuk sombong. Jika kalian merasa bangga atas makanan yang lezat-lezat, maka kelezatannya hanya bisa dirasakan oleh mulut. Ketika makanan masuk ke dalam tubuh kita, hilanglah kenikmatan makanan tersebut. Tak lama kemudian, apa yang dimakan manusia berubah menjadi kotoran yang tersimpan di tubuh dan dibawa ke mana-mana setiap hari dan setiap saat. Manusia adalah sesuatu yang lemah, yang memerlukan ratusan ribu keperluan dan kebutuhan.

Seandainya tidak ada rahmat Allah yang meliputi manusia, maka mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka sekecil apapun. Jadi, mengapa masih ada kesombongan di hati manusia? Padahal mereka mengetahui bahwa mereka tidak ada apa-apanya tanpa pertolongan Allah Swt. Saat manusia terjatuh ke dalam kesombongan yang menakutkan, dia akan terhalang untuk mendapatkan kemuliaan dan keutamaan. Padahal, demi menjaga kemuliaan dan khayalan semunya, dia bersedia melakukan dosa dan kenistaan. Manusia sombong hanya melihat ‘diri sendiri’ dan menjelaskan kepada ‘diri sendiri’. Dengan demikian, posisinya kian jauh dari rahmat Allah Swt. Untuk menghancurkan kesombongan manusia, kelah Allah akan melemparkan orang tersebut ke dalam api neraka. Imam Baqir as berkata, “Kemuliaan dan keagungan merupakan busana Allah dan dikhususkan bagi-Nya. Oleh karenanya, siapa saja yang menghandaki kemuliaan dan kesombongan untuk dirinya, niscaya Allah akan melemparkan orang tersebut ke dalam api neraka.”

Lantaran kemuliaan dan keagungan hanya milik Allah dan sifat khusus bagi-Nya, berarti orang yang sombong menentang dan memusuhi Allah Swt dengan kesombongannya. Olek karena itu, dengan membuang sifat buruk ini akan menyelamatkan pelakunya dari godaan api setan. Dengan kesempatan yang masih tersisa, kita kuburkan sifat buruk tersebut dalam kuburan keburukan-keburukan. Dan dengan bertawakal kepada Allah, kita kembali ke dalam perlindungan-Nya.

Iblis berkata, “Seperti yang kamu katakan, aku telah berbuat sombong di hadapan Allah. Kemudian aku diusir dari surga dan kelak bakal dilemparkan ke dalam neraka.”

Aku berkata, “Allah Swt tidak pernah mengingkari janji-Nya. Setiap orang yang mengikutimu dan memenuhi hatinya dengan kesombongan, niscaya dia akan masuk neraka. Allah Swt tidak akan berbicara kepada manusia yang sombong dan tidak pula memandanginya. Selama kesombongan bersarang di hatinya, dia tidak mungkin mungkin tersucikan dari dosa-dosa. Dan baginya akan disiapkan siksaan yang pedih.”



Sumber: Alieh Hamedani, Semalam Bersama Setan: Perdebatan Antara Manusia dan Setan. Falaq Publishing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s