Pentingnya Amar Makruf dan Nahi Munkar

11274403_1608118946140610_1442925635_n

Masalah Amar Makruf dan Nahi Munkar merupakan kewajiban yang tinggi dan mulia. Kewajiban-kewajiban dalam agama bisa ditegakkan berkat dua kewajiban ini.

Kewajiban Amar Makruf dan Nahi Munkar termasuk Dharuriyaat Din (Kepastian Agama) dan barangsiapa yang mengingkari kewajiban ini, sadar akan konsekuensi pengingkarannya dan menerimanya maka orang tersebut dihukumi kafir. Dalam al-Quran dan Hadis, umat Islam berkali-kali diseru untuk melaksanakan dua kewajiban ini dengan ungkapan yang beragam.

Allah Swt dalam al-Quran surat Ali Imran ayat 104 berfirman,

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

Pada ayat yang lain Allah Swt berfirman,

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. 3: 110)

Dari Imam Ridha as telah dinukil bahwa beliau berkata,

“Nabi Muhammad Saw berkali-kali bersabda, “Ketika umatku meninggalkan kewajiban Amar Makruf dan Nahi Munkar, maka pada waktu itu mereka harus menyatakan perang dengan Allah Swt.” [1]

Telah dinukil juga dari Rasulullah Saw,

Allah Swt memiliki musuh dan itu adalah seorang mukmin lemah yang tidak memiliki agama.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Siapa yang dimaksud dengan seorang mukmin lemah dan tidak memiliki iman itu” Rasulullah Saw menjawab, “Orang yang tidak melakukan Nahi Munkar.” [2]

Dalam haadis yang lain Rasulullah Saw bersabda,

Selama umatku melakukan kewajiban Amar Makruf dan Nahi Munkar, maka mereka dijamin berada dalam kebaikan. Tapi ketika mereka tidak melakukan itu, maka kebaikan akan diambil dari mereka. Sebagian dari mereka akan menguasai yang lainnya dan mereka tidak akan menemukan penolong diri mereka baik di langit maupun di bumi. [3]

Sumber: Amar Makruf dan Nahi Munkar Dalam Pandangan Imam Khomeini


Catatan Kaki:

[1]. Wasail al-Syiah, jilid 11, hal 394, “Kitab al-Amr bil Makruf wa Nahi anil Munkar”, bab Wujubuhuma wa Tahrimu Tarkihima, hadis ke-5

[2]. Wasail al-Syiah, jilid 11, hal 397, “Kitab al-Amr bil Makruf wa Nahi anil Munkar”, bab Wujubuhuma wa Tahrimu Tarkihima, hadis ke-13

[3]. Wasail al-Syiah, jilid 11, hal 398, “Kitab al-Amr bil Makruf wa Nahi anil Munkar”, bab Wujubuhuma wa Tahrimu Tarkihima, hadis ke-18. Tahrir al-Wasilah, cetakan Moasseseh al-Nasyr al-Islami, jilid 1, hal 424

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s