Hak Allah

ZmTyh2p

Kata “Hak” memiliki beberapa arti dan salah satu pengertiannya adalah keistimewaan dan ketentuan yang ditetapkan bagi seseorang yang sekaligus menuntut orang lain untuk menjaga dan menghormatinya. Kriteria paling penting dari hak manusia adalah kepemilikan individu yang dibawa sejak lahir dan bukan pemberian orang lain. Setiap individu dengan sendirinya mengantongi segudang hak dan pihak lain wajib menjaga dan menghormati hak-hak tersebut. Menurut Imam Sajjad as, hak-hak yang diberikan oleh Allah Swt kepada manusia meliputi seluruh kehidupan mereka, sebab semua yang dimiliki manusia berasal dari Allah Swt. Kemampuan kita untuk bergerak, berbicara, melihat, mendengar, atau membangun komunikasi dengan orang-orang sekitar, semua berasal dari pemberian dan anugerah Tuhan. Oleh karena itu, kita memiliki kewajiban untuk menjaga samudera nikmat yang dilimpahkan kepada kita.

Dari sisi kedudukan, seluruh hak yang dimiliki manusia tidak berada pada satu tingkatan, tapi masing-masing memiliki posisi tersendiri. Karena itu, Imam Sajjad as menyebut “Hak Allah Swt” sebagai hak yang paling besar. Berdasarkan konsep ini, individu yang telah merampas hak orang lain, selain meminta maaf kepada pemilik hak, juga harus memohon ampunan kepada Allah Swt. Misalnya, orang yang mencela atau menuduh sembarang terhadap orang lain, ia harus meminta maaf kepada orang yang bersangkutan karena telah menjatuhkan harga dirinya. Namun pemberian maaf semata tidak akan menyelesaikan masalah. Karena ia telah melecehkan hak sesama dan melanggar perintah Tuhan, maka ia juga harus memohon maaf kepada Allah Swt.

Lewat kajian mendalam, Imam Sajjad as menilai penyebab munculnya penyimpangan untuk mencegah manusia dari kesalahan mengikuti hawa nafsu, menzalimi dan mencela orang lain. Oleh karena itu, menistakan hak-hak orang lain sama dengan melanggar hak-hak Tuhan. Namun perlu diketahui bahwa manusia baru dapat menunaikan kewajiban Allah Swt ketika ia mengenal kebesaran dan keagungan-Nya.

Mustahil dapat memahami manusia dengan baik dan memilah jalan kesempurnaan dari penyimpangan tanpa terlebih dahulu mengenal Sang Pencipta. Allah Swt berfirman bahwa Ia lebih dekat kepada manusia ketimbang dirinya sendiri. Dalam surat Qaaf ayat 16, Allah Swt berfirman, “Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” Dalam surat al-Anfaal ayat 24, Allah Swt juga berfirman, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah ibarat dinding antara manusia dan hatinya.” Sang Pencipta Maha Mengetahui segala kebutuhan hamba-Nya. Dia juga mengetahui jalan yang akan mengantarkan manusia kepada kesempurnaan atau jalan yang akan menjerumuskannya ke dalam kehinaan.

Terkadang manusia menistakan Tuhan dan ajaran agama serta melabuhkan dirinya dalam amukan badai kehidupan. Namun langkah dan usahanya tidak akan disertai ketenangan dan kepuasaan karena tidak memiliki sandaran yang kuat. Manusia modern merupakan contoh nyata dalam masalah ini. Manusia telah mencicipi hidup tanpa agama selama berabad-abad dan memusatkan perhatiannya kepada kapitalisme dan sekularisme. Kini mereka mulai memahami realita ini bahwa jalan keselamatan adalah kembali kepada ajaran agama. Jalan keselamatan adalah mendengar kalam Ilahi tentang kedudukan manusia dan mengikutsertakan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah menyebut “Hak Allah Swt” sebagai hak yang paling penting, Imam Sajjad as mengingatkan bahwa seluruh anggota badan manusia seperti kepala, mata, dan lain-lain memiliki hak atas diri manusia. Jika manusia tidak menjaga hak-haknya, maka ia tidak akan pernah bisa menjaga hak-hak orang lain. Sebelum Imam Sajjad as mengundang umat manusia untuk menyimak semua hak-hak yang berhubungan dengan mereka, terlebih dahulu beliau menyebutkan daftar orang-orang yang memiliki hak atas setiap manusia seperti ibu, ayah, keluarga, tetangga, guru, saudara, dan masyarakat umum.

Imam Sajjad as berkata, “Sungguh beruntung orang-orang yang mendapat pertolongan dan karunia Allah Swt sehingga dapat menunaikan setiap hak yang diwajibkan atasnya.


Sumber: Risalah Huquq Imam Ali as-Sajjad as

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s