Lakukan Hari ini karena Esok Tak akan Berarti

back_to_work-wallpaper-3840x2160

Salah satu sifat buruk manusia adalah suka menunda. “Nanti saja saya kerjakan, esok saja saya lakukan.” Padahal tidak seorang pun yang tau kapan waktunya habis. Tidak ada yang mengerti kapan ajalnya akan tiba. Tak menunggu datangnya penyakit atau umur yang tua. Sewaktu-waktu kematian bisa datang menjemputnya.

Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (QS.Luqman:34)

Itulah kenapa sebenarnya kita tak punya waktu lagi untuk menunda amal baik. Belum tentu esok masih ada waktu, belum tentu nanti masih ada kesempatan.

Ingat, sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan hari ini akan diterima oleh Allah swt lalu akan kita dapatkan hasilnya.

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS.Al-Zalzalah:7)

Dan ingatlah ! Sebesar apapun yang akan kita berikan nanti (setelah kematian), tidak akan berarti sedikitpun.

Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS.Al-Hadid:15)

Mahkamah akhirat tidak seperti pengadilan di dunia yang bisa main sogok atau menebus dengan harta. Sebesar apapun tebusan yang akan diberikan untuk meringankan adzab tidak akan diterima. Allah Berfirman,

Sungguh, orang -orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang- orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.” (QS.Ali Imran:91)

Bahkan Al-Qur’an pernah menceritakan bahwa para pendosa ingin menebus kesalahannya di dunia dengan anak, istri dan orang-orang yang dicintainya namun semua itu tidak akan merubah apapun jua.

Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab dengan anak-anaknya, dan istrinya dan saudaranya, dan keluarga yang melindunginya (di dunia), dan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan (tebusan) itu dapat menyelamatkannya. Sama sekali tidak! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak,yang mengelupaskan kulit kepala”. (QS.Al-Ma’arij: 11-16)

Imam Ali bin Abi tholib pernah berkata,

Hari ini waktunya beramal dan besok adalah hari perhitungan.”

Sayangnya, manusia sering lalai dan lupa. Seakan ia masih punya waktu yang panjang dan akan hidup selamanya. Dan disaat ajalnya sudah dekat, ia baru sadar dan merintih kepada tuhannya,

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhan-ku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.” (QS.Al-Mukminun: 99-100)

Tapi apa yang dapat dilakukan? Waktu beramal telah habis, pintu taubat telah tertutup. Sekarang adalah waktunya untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatan ditemani dengan tabungan amal yang selama ini ditabung. Mari perbanyak tabungan kita hari ini. Jangan tunda lagi karena hari ini waktunya beramal dan esok adalah waktu perhitungan.


Sumber: Ust. Muhammad bin Alwi BSA | http://www.khazanahalquran.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s