Menembus Batas Melewati Perantara Suci

the_madina_al_nabi_by_islamicwallpers

Imam Shadiq as berkata,

“Setiap doa tidak akan sampai ke langit (Allah swt) sampai ia bershalawat kepada Muhammad saw dan keluarganya.” (Ushul Kafi, juz.2 hal. 493; Tsawabu al-A’mal hal. 155)

Allah swt adalah Zat yang nirbatas. Karena Nirbatas, maka tidak memiliki keterbatasan dalam Dzat-Nya. Untuk itu, ketika ingin menciptakan sesuatu yang terbatas, membutuhkan perantara untuk menghantarkan kesempurnaan-Nya. Perantara yang memiliki segala kesempurnaan tuhan-Nya yang disebut didalam literatur Filsafat dan Irfan dengan akal pertama atau Nur Muhammadi.

Nur Muhammadi atau Hakikah Muhammdiyah adalah penghubung antara Allah swt dengan seluruh alam. (Alam Jabarut, Malakut dan Nasut) Tanpanya, maka tidak ada ciptaan-Nya. Seperti listrik di pusat PLN tidak mungkin bisa langsung masuk ke rumah-rumah penduduk, bukan karena PLN tidak mampu, namun rumah penduduk tidak memiliki kapasitas langsung menerima listrik PLN pusat yang memiliki sekian juta volt. Untuk itu, Allah swt yang nirbatas tidak bisa langsung memberikan kesempurnaan-Nya tanpa perantara, bukan karena Allah swt tidak mampu, namun objek tidak mampu langsung menerima kesempurnaan tidak terbatas.

Allah swt ketika ingin mencurahkan kesempurnaan-Nya, harus melewati perantara. Untuk itu kitapun ketika meminta anugerah ilahi, tidak bisa langsung kepada Allah swt, harus melewati perantara pula.

Sebagaimana barang elektronik yang memiliki kapasitas 220 volt lalu mendapatkan aliran listrik yang sangat besar, maka yang terjadi adalah kerusakan dan hangus terbakar. Untuk itu disini dibutuhkan Stabilizer listrik atau AVR (Automatic Voltage Regulator) sebagai perantara dan penghubung yang menyesuaikan volt listrik dengan barang elektronik kita.

Bershalawat adalah meminta kepada Dzat Nirbatas melewati sang perantara Ilahi. Karena tanpa hakikah muhammadiyah, alam dengan segala tingkatannya tidak akan pernah tercipta. Untuk itu Allah swt bershalawat kepada hakikah muhammadiyah sebagai perantara ciptaan, sehingga Ia dikenal dan disembah. Malaikat bershalawat karena tanpa hakikah muhammadiyah, tidak akan pernah ada malaikat dan alam malakut. Namun manusia yang menempati alam materi yang paling rendah enggan bershalawat.

Padahal dengan bershalawat, kita bisa menembus alam malakut dan jabarut serta membakar tujuh hijab antara hamba dengan Dzat Nirbatas.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat Kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Allahumma Shalli Ala Muhammad wa Ali Muhammad


Sumber: Abu Syirin Al Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s