Setan, Fir’aun dan Orang yang Dengki

wpid-wp-1446680444918

Suatu hari setan bertamu ke rumah Fir’aun.

“Siapa kamu?” tanya Fir’aun.

“Jika kamu tuhan, tentu tahu siapa aku! Aku adalah setan.”

Mereka berdua duduk bersama di taman dan berbincang-bincang.

Fir’aun bertanya, “Pernahkah kamu melihat orang yang lebih nista dari aku?”

“Ya!” setan menjawab dengan antusias. “Pernah aku berjumpa dengan seseorang. Setelah perjumpaan kami beberapa kali, akhirnya kami bersahabat.

Karena jalinan persahabatan yang sangat erat aku menawari dia untuk meminta apa saja kepadaku, dan aku berjanji akan memenuhi keinginannya.

Dia keluhkan kepadaku bahwa sahabatku itu dengki kepada tetangganya karena memiliki sapi yang sangat bagus. Ia memintaku untuk membunuh sapi itu.

Aku katakan kepadanya bahwa spesialisasiku bukan pembunuh. Aku tawarkan kepadanya, jika dia mau, akan kuberikan sapi yang lebih bagus dari milik tetangganya. Sahabatku tidak menerima tawaranku. Dia malah membantah niat baikku. Dia tidak ingin apapun dariku, selain aku membunuh sapi itu.

Setelah aku pikir-pikir, manusia yang satu ini, sahabatku sendiri, ternyata lebih buruk dariku, bahkan lebih keji darimu, wahai Fir’aun. Maka aku putuskan untuk tidak bersahabat dengannya lagi.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s