Penekanan Kembali Rahbar Terhadap Dunia Virtual

17342929_10209365533882402_6001948010551108848_n

Ayatullah Ali Khamenei berkata:

Menurut keyakinan saya di era sekarang ini, Dzikir dan amalan sunah setelah shalat fardhu adalah melakukan kegiatan Budaya dan Berjihad di dunia maya.

Lagi, perkataan Rahbar diatas kembali menegaskan kepada kita betapa pentingnya dunia maya di era sekarang ini dalam menggiring opini publik. Ketika dunia maya dijadikan alat sesuai tuntunan dan mantiq Ahlul bayt, maka akan memeberikan efek positif yang luar biasa. Sebaliknya, ketika hanya untuk kepentingan hawa nafsu, akan memberikan efek negatif yang luar biasa pula.

Ketika kita menulis dan men-share hal positif, maka pahala akan mengalir terus kepada kita semua. Karena selama media Internet hidup, data kita akan tetap hidup dan tulisan kita akan tetap hidup walaupun si penulis sudah berangkat menuju alam keabadian.

Perbedaan Ceramah dan menulis

Sering sekali saya menyinggung masalah ini bersama teman-teman terkait pengaruh dan dampak antara ceramah dan menulis. Ceramah berdampak kepada jumlah Audience yang hadir. Itupun tidak semua yang hadir memahami dan menangkap tema yang diusung seratus persen.

Jika yang hadir berjumlah 50 orang, maka mereka ketika ingin menjelaskan kembali kepada orang lain, ada yang bisa menjelaskan 100 persen sesuai dengan si penceramah dan itu sedikit sekali dan terbatas, ada juga yang menjelaskan dibawah 100 persen sesuai kadar pemahamannya, ada juga hanya menjadi konsumen dan tidak memiliki kemampuan menjelaskan kembali kepada orang lain.

Menulis tulisan ilmiah berdampak kepada siapapun yang memiliki akses membaca tulisan tersebut, semakin akses bagus, semakin kemungkinan pembaca meningkat. Pemahaman pembaca tulisanpun seperti ceramah, bertingkat-tingkat. Tentunya tulisan jika di publish di dunia Internet, selama internet tetap ada, maka tulisan kita pun tetap ada. Terlebih jika di simpan di media-media penyimpanan online atau offline.

Bahkan pesan yang diusung penulis akan tetap bergema walaupun penulis sudah wafat. Terbukti karya-karya pemikir ulung yang rajin menulis seperti: Syahid Muthahari, Syahid Shadr, Syahid Qalam Awaini, Sayid O Hasyim dan lainnya tetap bergaung tulisannya walaupun mereka telah tiada sekian tahun yang lalu.

Kini dunia maya (Intenet) hadir menghilangkan perbedaan antara penceramah dan penulis secara signifikan. Ketika keduanya di Upload ke dunia maya, maka memiliki dampak yang besar, walaupun aktor keduanya telah tiada. Inilah kedahsyatan dunia maya jika kita sadar akan manfaat yang besar dibaliknya. Terlebih jika ceramah dibuat dengan kualitas standard dan durasi tidak begitu lama, efeknya akan dahsyat.
Karena kualitas HD, masyarakat harus merogoh kocek untuk membeli Quota lebih banyak dan durasi pendek untuk menghilangkan kejenuhan, walaupun pandangan ini tidak Absolut.

Dunia Virtual ini begitu pentingnya, hingga menulis, berceramah atau apapun kegiatan yang bernuansa positif memiliki pengaruh yang signifikan, karena tersimpan di berkas-berkas bersifat virtual, tidak fisik. Cukup menggenggam Tablet, Hp, Phablet, Laptop dan alat penghubung internet lainnya, maka anda bisa mengakses seluruh informasi yang ada.

Perang Kebatilan (Hoax) dan Kebenaran

Media Virtual kini menjadi ajang peperangan secara halus antara kubu kezhaliman dan keadilan. Untuk itu Rahbar menegaskan semampu kita untuk ikut andil dalam peperangan Software ini. Jika kita diam, musuh menang.

Ya, era telah berubah dan metode perangpun berubah.Dulu Perang Hardware, sekarang perang Software. Kini siapa menguasai media, dia menguasai dunia.

Sumber: Ust. Abu Syirin Al Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s