Membantah Argumen Pengingkaran Tuhan

maxresdefault

Dulu, abad kedua hijriyah, ada seorang yang mengingkari adanya Maha Pencipta dan Maha Pengatur. Ia menjadikan wabah penyakit dan bencana alam sebagai argumen atas pengingkarannya. Kalau memang ada Tuhan, lantas mengapa terjadi wabah dan bencana alam?

Seorang bernama Mufadhdhal bin ‘Umar melaporkan argumen orang itu kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq as. Imam menjawab:

“Apabila memang tidak ada Pencipta dan Pengatur, lantas mengapa tidak terjadi yang lebih banyak dan mengerikan dari semua ini? Mengapa langit tidak jatuh saja menimpa bumi? Mengapa bumi tidak tenggelam ke dasar laut? Mengapa matahari tidak berhenti terbit? Mengapa air sungai dan mata air tidak mengering sehingga tidak setetes air pun bisa didapatkan? Mengapa angin tidak berhenti berhembus sehingga semuanya rusak dan binasa? Mengapa air samudera tidak menutupi daratan lalu menenggelamkannya? Kemudian bencana-bencana seperti wabah penyakit, serangan belalang, dan yang serupa itu, mengapa tidak terjadi secara terus menerus hingga membinasakan semuanya? Mengapa bencana-bencana itu terjadi kadang-kadang dan tidak lama kemudian menghilang?”

Referensi:

Kitab Al-Tauhid

Beirut: Dar Al-Murtadha, 1431 H/2010 M), Majelis keempat, halaman 149.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s